Wednesday, 1 May 2013

SETITIK MERAH


Oleh : Wahid “Kakung

setitik merah yang menggelikan
bentuknya biasa layaknya kita membuat titik merah
yang terajut pada lambaran putihnya kertas
tapi sangat menarik untuk ku sentuh ia
tiap sentuhan memberikan kenikmatan tiada tara
sekali sentuh serasa ingin lagi menyentuhnya
bahkan menimbulkan rasa candu luar biasa
tak jarang juga ada kepahitan di dalamnya
setitik merah yang muncul tanpa disangka
Biasalah langit tanpa bintang tak indah bukan?
biarlah kunikmati ia hingga rasa ini hilang
Oh Tuhan sungguh besar nikmat yang kau berikan

SAHABAT


Oleh: Ika (Kajol)
mejikuhibuniu...
begitulah warna-warna pelangi katanya
katanya warna-warna itu begitu indah
indah itu semakin nyata
nyata bertemu kau sahabat teristimewa
sahabat...
tahukah kamu
begitu banyaknya warna yang kau kenalkan padaku
warna-warna kehidupan yang begitu menyentuh kalbu
sahabat...
kan ku kenang selalu warna-warna indahmu
kan ku jadikan pelangi terindah dalam dasar hatiku
terima kasih untuk semuanya sahabatku

PADAMU DAN PERJALANANNYA


Oleh: Chabibah

Pada angin, kubisikkan kata untukmu
“aku sangat merindumu”
Sementara kujelajahkan hatiku digersang  padang Sahara
Mengenangmu, adalah saat-saat terindah bagiku
Meski tak bisa kulihat lagi di alam nyata
Meski tak kan pernah lagi untuk terulang kembali
Pada merpati yang terbang pulang,
Ku titipkan hatiku menuju rumahmu
Hati yang masih utuh seperti dulu
Agar kau tahu, tak pernah kubagi hatiku selain padamu
Pada hangat mentari yang semakin menua
Kupantulkan gejolak yang slalu membara
Akankah,..
Kau juga, serasa sama???
Ditepian senja,
Kularung jiwa terbakar bara
Agar padam dia disana,
Agar hanyut ia terbawa deras arus
Namun ia selalu kembali,
Hanya bayang saja, tak ada wujudnya
Kini,
Ia disini
Bersama gores rekam perjalanannya
Menantimu untuk kembali
Dan ia
Adalah hatiku kini, dan juga hatiku yang dulu..

“TINGGALAH MALAM INI”


Oleh: Rian D Lee

Hujan enggan turun,
Langit cerah hari ini,
ini merupakan hari yang sempurna….
Berputar didalam kepala, Berpegang pada tumit,
Begitu jauh dari nyata Di Yogyakarta….
Bersama Menatap terbenamnya matahari
Hingga gelap…
Kau dan aku punya sesuatu,
Jika mungkin Cuma ini yang kita punya,
Adalah cahaya….
kita bersinar bersama
aku ingin kau tahu….
Aku ingin kau sadari…

Pagipun tiba dalam perjalanan kami,
Semua pun mengucapkan selamat tinggal….
Karena semua punya tujuan, walupun aku ingin kamu tetap tinggal malam ini….
Bernyanyi bersama,
Mencampur kopi dan susu,
Walau kita semua tidak begitu mengenal,
Dan aku bilang aku tidak ingin mengucapkan selamat malam….
Jika mungkin hanya cahaya yang tersisa
Aku ingin kau tahu,
Aku ingin kau sadari,
Kita bersinar bersama….

Inspirated by my love

“HARAPAN GADIS MUNGIL”


Oleh: Rian D Lee

Gadis mungil itu. . . .
Berharap lahir kedunia,
Namun harapan itu tak teraih, sirna. . . .
Berlari,
Terus berlari. . .
Dalam mimpinya
Gadis mungil mencari indahnya,
Surga.. . .
Dimana Surga itu. . . .

Gadis mungil itu. . . . .
Kembali berharap lahir kedunia,
Harapan itu kembali terbang jauh. . . .
Sebuah peluru bersarang digiginya,
Hidup terus berjalan, dan akan semakin sulit
Sama halnya bunga dipadang pasir,
Layaknya kupu2 yang tergilas roda,
Setiap tetes air mata, bagaikan air terjun
Ditengah malam badai, gadis mungil itu akan menutup matanya
Dimalam itu, malam badai gadis mungil itu  pergi terbang jauh

Bermimpi. . .
Kembali bermimpi tentang indahnya,
Surga. . .
Dimana surga itu. . . .

Gadis mungil itu tersadar. . . .
Berbaring menghadap langit badai,
Dan berkata “Oh, aku tahu. . . .MATAHARI harus selalu bersiap untuk terbit kembali”

Inspirited by my love